http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/zamzam02.jpg
dakwatuna.com - Siapa yang tidak mengenal sumur Zamzam? Seluruh umat Islam
pasti mengenalnya, apalagi ketika mereka pernah masuk ke Masjidilharam di
Mekah. Bagi yang tidak atau belum pernah masuk ke Masjidilharam, sumur Zamzam
dapat dikenal dari buku-buku agama. Secara saintifik, sumur Zamzam dapat ditelaan
dan dipelajari. Ilmu yang mempelajari masalah ini dalam cabang ilmu geologi
disebut dengan hydrogeologi.
Sedikit cerita sebelum kelahiran
Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Istri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang
mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau
bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zamzam yang sekarang ini kita
lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad.
Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zamzam termasuk kategori
sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zamzam
Bentuk sumur Zamzam dapat dilihat di
bawah ini.
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar
30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi
Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini
berisi batu pasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada
lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula
merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan
yang lebih tinggi topografinya.
Mata air zamzam
Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zamzam.
Kedalaman 17 meter ke bawah
selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku
Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia
atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas
batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada
yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja
saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu
mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai
660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah
satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang ke
arah hajar Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga beberapa
celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah
sumur di bawah tempat thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m,
kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air
sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66
meter.
Air Hujan Sebagai Sumber Berkah
Air Hujan Sebagai Sumber Berkah
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/air-hujan-zamzam.jpg
Kota Makkah terletak di lembah,
menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai
daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai
sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zamzam terutama dari air hujan
yang turun di daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa
sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga
kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya
mampu memenuhi kebutuhan para jamaah di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman
di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas
sumur ini.
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/zam_wadi-ibrahim.jpg
Gambar di samping ini memperlihatkan
lokasi sumur Zamzam yang terletak di tengah lembah yang memanjang. Masjidil
haram berada di bagian tengah di antara perbukitan-perbukitan di sekitarnya.
Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk
menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan
pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam
pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak
terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini
bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur
ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini
juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini
diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah
hilang terkubur 4000 tahun (?).
Dahulu di atas sumur ini terdapat
sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H
bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk
meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Di bawah tanah ini
disediakan tempat minum air Zamzam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk
laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun
dipisahkan.
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/Makkah5.jpg
Monitoring dan pemeliharaan sumur
Zamzam saat ini (inet)
Sekarang ini ruang bawah tanah
tersebut juga sudah ditutup untuk memberikan keluasan bagi jamaah haji dan
umrah yang akan thawaf, shalat atau berdoa. Tetapi kalau Anda jeli, ketika
Thawaf, kita masih dapat lihat tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu
terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.
Monitoring dan Pemeliharaan Sumur Zamzam
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (di tahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak
dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui
proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah modern saat ini secara
ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam
ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekadar percaya saja dengan
menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah
yang harus memelihara berkah sumur ini.
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian
(riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq
Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di
Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk
dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan
spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur
Zamzam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut
dugaan doktor Mesir ini, tentu saja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor
dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu
penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk
memperhatikan Sumur Zamzam secara modern. Saat ini banyak sekali gedung-gedung
baru yang dibangun di sekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan
dibangun di sekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar
dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.
Badan Riset sumur Zamzam yang berada
di bawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
- Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
- Menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
- Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
- Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
- Meng-upgrade pompa dan tangki-tangki penadah.
- Mengoptimasi supplai dan distribusi air Zamzam
Perkembangan Perawatan Sumur Zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah
dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24
jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan
menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan
permukaan air ini kembali ke 3.9 meters di bawah permukaan sumur hanya dalam
waktu 11 menit setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa
akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada
perbukitan di sekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan
pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan
khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk
menyalurkan air Zamzam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3,
bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para
pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zamzam juga diangkut ke tempat-tempat
lain menggunakan truk tangki di antaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga
dengan pompa listrik yang tertanam di bawah (electric submersible pump). Kita
hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti di atas. Di sebelah kanan ini
adalah drum hidrograf, alat perekaman-perekaman ketinggian muka air sumur
Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam
Well).
Kandungan Mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandung dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per liter), calcium (200 mg per liter), potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per liter).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per liter), bicarbonates (366 mg per liter), nitrat (273 mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) and ammonia (6 mg per liter).
Molekul Air Zamzam
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandung dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per liter), calcium (200 mg per liter), potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per liter).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per liter), bicarbonates (366 mg per liter), nitrat (273 mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) and ammonia (6 mg per liter).
Molekul Air Zamzam
Molekul Air Zamzam (inet)
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/molekul-air-zam-zam.jpg
Kandungan-kandungan
elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas
dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang
bertebaran di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air
yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah
didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini
tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan
air ini.
Pada tahun
1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropa bahwa air
Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu
ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan
penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air
hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Tentu saja
ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia Islam. Berita ini sampai ke
telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan
Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan
sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropa untuk dites.
Thariq
Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk
diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai
tugasnya, Thariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan
air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.
Hanya Sumur kecil
Ketika
sampai di dalam sumur, Thariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran
“kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak
terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon
air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu,
sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Mata Air Zamzam (inet)
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/mata-air-zamzam3.jpg
Tariq mulai mengukur kedalaman air
sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya
mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci.
Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau
saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya,
ternyata tak ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur
ini disupply dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti
itu kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara
tiba-tiba. Tetapi dugaan ini pun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang
mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam
jumlah besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya
masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil
mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang
terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya
tiba-tiba mengacungkan kedua tanganya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya
temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu
keluar dari dasar sumur”.
Lalu asistennya diminta berputar
mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat
pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari
dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air
yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan
permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar.
Seusai pengamatan itu, Thariq
mengirimkan sampel air ke beberapa laboratorium di Eropa dan sebagian ke
laboratorium di Saudi. Dan sebelum meninggalkan Kakbah, dia berpesan kepada
petugas di Mekah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kakbah.
Sesampainya di kantornya di Kota
Jeddah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam
keadaan kering. Jadi hanya sumur Zamzam yang penuh air. Subhanallahu, jika
Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.
Mengandung Zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropa
dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya
daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu
perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab
sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan
kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam.
Itu mungkin sebabnya air zamzam
membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil
laboratorium Eropa menunjukkan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk
diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doktor di awal tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan
rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya
sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah
yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam ini
tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air
sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi
lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan
mikro organisme.
Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim bahwa Nabi
bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di
sekitar Kakbah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu
makan?” Jawab Abu Dzarr, “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi
saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan,
“Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”.
Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang
sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/molekul-zamzam.jpg
Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja
yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh
dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud
supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya
agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah
air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni,
Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air
zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya
kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki
orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak
jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada famili dan kerabatnya di
Tanah air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari
negeri Arab, mengatakan bahwa ia terserang penyakit “bisul” di matanya.
Sakitnya bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati
buta. Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat
khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek
sampingan yang bisa membuat dia buta selamanya.
Yusria sangat yakin akan kemurahan
Allah. Dia lalu pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan
penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan thawaf, yang saat itu tak terlalu padat
dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia
manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke
hotel, aneh, kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur
hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan
Rasulullah saw di atas: Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan
ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu,
maka Allah menyembuhkannya.
Demikianlah beberapa khasiat air
Zamzam. Manfaatkanlah sebaik-baiknya keistimewaan Zamzam ini ketika kita
meminumnya di Mekah waktu ziarah nanti, atau ketika kita dihadiahi kerabat,
teman kita, yang baru pulang dari Tanah Suci. Dianjurkan membaca doa dulu
sebelum meminumnya.
Dr. Masaru Emoto dan Air Zamzam
Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat
bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat
konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa
mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Dr. Masaru Emoto (inet)
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/Dr.-Masaru-Emoto.jpg
Barangkali temuan ini bisa
menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu
ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti,
tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya,
lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri
atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22%
air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada
Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang
meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada
air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan
tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius
untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik
dan tidak beringas!..
Molekul Air Apakah Ini?
Di sebuah hotel di kota Kualalumpur, Malaysia, Dr.
Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang, memaparkan hasil risetnya
mengenai air yang ditulisnya dalam buku “The True Power of Water.” Sejumlah
slide kristal molekul air dari berbagai sumber, seperti air dari mata air,
sungai, laut, telaga dsb. ditayangkan pada kesempatan itu.
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/mlk-zamzam.jpg
Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak teratur,
kecuali molekul air zamzam. Susunan molekul air zamzam berstruktur sangat
indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, dan memancarkan lebih dari
12 warna jika dibekukan.
Di bawah ini adalah gambar molekul
atau kristal AIR ZAM-ZAM, rangkaian bentuk heksagonal-nya sangat indah,
cemerlang berkilau dan penuh warna ketika dibacakan ayat yang mulia.
Ada satu kristal air yang nampak
paling indah dan cantik, berbentuk seperti bunga atau cakra, bagaikan bertahta
berlian mutu manikam, berkilau-kilau memancarkan belasan warna. “Molekul air
apakah ini?” Tanya Masaru Emoto.
Suasana mendadak senyap, hadirin
nampak terpana dan tak tahu persis kristal molekul apa gerangan. Namun
tiba-tiba seorang dosen dari Universitas Malaysia mengacungkkan tangan,
“mungkin itu adalah molekul air Zamzam.” Katanya.
Dr. Masaru Emoto balik bertanya,
“mengapa Anda berpendapat bahwa itu adalah molekul air Zamzam?”
Kata dosen itu, “Sebab air Zamzam
adalah air yang paling mulia di dunia ini, jadi wajar kalau ia memiliki molekul
berupa berlian yang berpendar indah.”
Ternyata dugaan dosen itu benar. Itu
memang air Zamzam. Penelitian Dr. Masaru Emoto telah menunjukkan bahwa air
Zamzam memiliki molekul air paling cantik dan indah di antara air lainnya.
Dr. Masaru Emoto ilmuan Jepang sejak 1994 kesimpulan
risetnya:
- Air zamzam memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, atas izin Allah.
- Air zamzam memiliki struktur molekul air yang unik bila dibandingkan air-air seluruh dunia. Air zamzam dalam bentuk kristal menghasilkan struktur indah heksagonal (segi enam) yang cantik, indah, bak kilau berlian yang memancarkan lebih dari 12 warna.
- Kristal air zamzam bila diiringi hal-hal positif (doa dan bacaan al Qur’an). Tapi kristal akan pecah tak beraturan, bila diiringi hal-hal yang bersifat negative.
- Sifat kualitas positif molekul kristal karena pengaruh lingkungan (haji, umrah, munajat doa, dan bacaan Al-Quran) di sekitar Ka’bah tiap hari sepanjang masa.
Laboratorium Eropa oleh Tariq Hussain, insinyur kimia,
Peneliti Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, Jedah, menyimpulkan:
- Air zamzam melalui proses penyaringan alamiah yang sangat unik, yakni melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis
- Kandungan mineral dan elemen lainnya dengan jumlah fantastis, sekitar 2.000 miligram per liter, biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Di antaranya, sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50) sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25), clan ammonia (6).
- Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
- Kandungan zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman tubuh manusia.
- Air Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman, karena lingkungan sumur terjaga alami
- Saat musim kemarau semua sumur di sekitar Mekah kering, tapi sumur zamzam tetap berair, sepanjang zaman dan musim. Faktanya rata-rata 50 juta liter air Zam-\zam di ambil untuk jamaah haji sedunia, tidak termasuk umrah di luar bulan haji.
- Sumber mata air sumur zamzam secara alami mengalir, tanpa bantuan mesin/sedot pensuplai air. Saat dilakukan pencarian sumber mata airnya, peneliti berkata “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
- Sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut maupun mikroorganisme, beda dengan sumur umumnya di seluruh dunia, sehingga ke-steril-an air zamzam tetap terjaga.
- Permukaan air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya sebelum pemompaan/pengambilan air. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil.
- Komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang complain.
- Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun
- Dalam bukunya The True Power of Water yang laku keras di Jepang dan Amerika tersurat bagaimana air zamzam memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
Terakhir
- Penelitian oleh sarjana anti Islam, yang bertujuan merendahkan martabat air zamzam, selalu gagal.
- Sampel riset tersebut dari kalangan Islam maupun non Islam, hasilnya sama, sebuah mukjizat
- Hasil foto satelit/NASA menyimpulkan sumur zamzam ternyata terhubungkan dengan Laut Merah atau Laut Mati yang bersatu menuju satu titik di bawah Kakbah
- Sumur air zamzam adalah sumur abadi yang telah berumur lebih dari 4.000 tahun peninggalan nabi Ibrahim.
- Penelitian di atas sesuai dengan isi Al-Quran, Hadits maupun pengalaman:
“Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah air zamzam.
Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit”.
(Hadits)
“Air Zamzam, tergantung niat orang yang meminumnya.” (Hadits
Shahih kitab Irwa-ul Ghalil).
“Air Zamzam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila
engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau
meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya…” (Hadits
hasan li ghairihi. Kitab Shahih Targhib wa Tarhib)
“Selama 30 hari, aku (Abu Dzar Al-Ghifari) tidak mempunyai
makanan kecuali air Zamzam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku menjadi sirna.
Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar.” (HR Muslim)
“Sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahanam, maka
dinginkanlah/kompres dengan air atau air Zamzam” (HR Bukhari)
Demikianlah ulasan tentang sumur Zamzam, semoga
bermanfaat. (USB/MINA/MAS)
Sumber Utama:http://www.dakwatuna.com/2013/05/26/33850/sumur-zamzam-mukjizat-fakta-sejarah-dan-khasiatnya/










Tidak ada komentar:
Posting Komentar