Tujuh
Golongan Yang Mendapat Kado Istimewa Dari Allah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCy6QI84hKKPGuhYCaoEt5uzsVpk96cOByBg73CaYw_Bha5hFiMWHRNolsQCQEBVm1wK5OpiKvY4PR4ZeOzpxBjAxtpr7fMaByQb7jHSYCrpGyv3VMCJmLvRmDhllINb1Lv2N8EbfcRQ/s640/picture251.jpg
dakwatuna.com
– Saudara pembaca yang dirahmati Allah swt. Sudah kita ketahui bahwa
usia pemuda adalah usia yang cukup menarik. Yang masih terkandung energi atau
tenaga yang lebih banyak dibanding yang lebih senior. Dan Allah pun memberikan
keistimewaan
kepada pemuda. Karena PEMUDA HARI INI ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN yang harus dipersiapkan untuk menjadi teladan yang baik di kemudian hari. Allah pun memberikan ujian yang lebih “keren” kepada pemuda dibanding kepada orang tua. Hal kecil saja, misalnya seorang pemuda laki-laki yang sedang tertarik kepada seorang pemuda perempuan yang cantik. Hal ini ujian, yang jika tidak terjaga maka pemuda tersebut akan terjerumus kepada kemaksiatan. Lalu, ujian kemalasan beribadah kepada Allah. Jika ia lalai, maka Allah pun akan menyesatkannya.
kepada pemuda. Karena PEMUDA HARI INI ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN yang harus dipersiapkan untuk menjadi teladan yang baik di kemudian hari. Allah pun memberikan ujian yang lebih “keren” kepada pemuda dibanding kepada orang tua. Hal kecil saja, misalnya seorang pemuda laki-laki yang sedang tertarik kepada seorang pemuda perempuan yang cantik. Hal ini ujian, yang jika tidak terjaga maka pemuda tersebut akan terjerumus kepada kemaksiatan. Lalu, ujian kemalasan beribadah kepada Allah. Jika ia lalai, maka Allah pun akan menyesatkannya.
Subhanallah
Saudara pembaca, Allah Maha Adil, Dia memberikan ujian yang sebanding dengan
pahala yang akan didapatkannya. Memang ini adalah sunnatullah, ini cara Allah
untuk memberikan rasa pengharapan dan takut hanya kepada-Nya.
Berbicara
mengenai kata perbuatan, Allah akan memberikan ganjaran pahala bagi orang yang
beramal shalih, sebaiknya Dia akan memberikan hukuman bagi yang berbuat
kemunkaran. Sebagaimana orang tua yang memberikan hadiah bagi anak-anaknya yang
baik dan berprestasi dan memberikan hukuman bagi yang nakal.
Hadiah
ini memang akan Allah berikan saat hari terakhir kita (kiamat), namun jika kita
tidak mengetahuinya, mungkin kita akan diam dan berpangku tangan karena tidak
mengetahui
Hadiahnya itu.
Hadiahnya itu.
Naungan
Allah pada hari kiamat, saat tidak ada naungan lagi selain dari Allah Yang Maha
Rahmaan-Rahiim. Itulah kado istimewa yang Allah sediakan untuk kita, pemuda.
Siapa saja tujuh golongan itu??
1. Hakim yang Adil
Nah
lho…, katanya pemuda, tapi yang disebut malah hakim?? Saudara pembaca yang
budiman, di antara kita mungkin sudah sering mendengarkan kalimat ini. Setiap
orang adalah pemimpin atas dirinya, dan kelak akan dimintai
pertanggungjawabannya. Jadi, jangan dulu memikirkan bahwa pemimpin itu membawa
banyak orang di bawahnya, seperti presiden, gubernur, dan lainnya. Namun
ternyata setiap kita adalah pemimpin bagi diri kita masing-masing. Jadilah
pemimpin yang adil, yang selalu membawa diri ini kepada kebaikan. Itulah
pemimpin yang adil, membawa yang dipimpinnya untuk selalu berbuat kebaikan,
menghindarkan dari hal-hal yang membawa keburukan. Seperti beribadah yang taat,
menghadiri majelis-majelis ilmu, berbuat baik kepada setiap orang terutama
kepada orang-orang terdekat-orang tua, keluarga, sahabat-, dan lain sebagainya.
Itulah pemimpin yang adil. Dan pemuda yang mengerti pasti bisa menjadi pemimpin
yang adil.
2. Pemuda yang taat
ibadah hanya kepada Allah swt.
Saudaraku
yang diberkahi Allah, sungguh beruntung bagi orang-orang yang senantiasa untuk
taat beribadah kepada Allah swt. Terutama kita, sebagai pemuda. Sungguh Allah
akan memberikan banyak pahala kepada pemuda yang taat beribadah kepada-Nya,
dibanding orang tua yang taat. Wajar saja, karena ujian (godaan)-nya lebih
banyak dan dahsyat kepada pemuda. Seperti jaman sekarang, banyak sekali pemuda
yang terlalaikan oleh teknologi, sinetron televisi, dan lainnya. Saat ini,
pagelaran piala dunia di Afrika telah membuat pemuda lalai untuk shalat Maghrib
dan ‘Isya, apalagi jadwalnya yang pukul 01.30 waktu Indonesia barat, sebagian
telah alai untuk menunaikan qiyamul lail. Padahal waktu-waktu qiyamul lail
adalah kesempatan kita untuk berkhalwat dengan Allah swt. Waktunya Allah
mendengarkan doa-doa kita lebih dekat, karena waktu itu, Allah turun ke langit
bumi-jarak terdekat antara langit dan bumi-.. semoga kita terus berusaha untuk
meningkatkan ketaatan ibadah kita kepada Allah swt. Terlebih, sebentar lagi
kita akan memasuki bulan penambangan pahala, bulan Ramadhan 1431 H. semoga
Allah RIDHO menyampaikan kita kepadanya.
3. Pemuda yang
terpaut hatinya kepada Masjid-masjid
Saudaraku
yang mudah-mudahan selalu mendapat RIDHO Allah swt. Lagi-lagi Allah memberikan
hadiah istimewanya itu untuk pemuda. Sungguh Allah memberikan nikmat yang
banyak kepada para pemuda yang patut kita syukuri. Saudara pembaca, Allah akan
memberikan Naungan-Nya di saat tidak ada lagi naungan kecuali dari-Nya kepada
pemuda yang hatinya terpaut pada masjid. Dimana pun ia berada, sedang apapun ia
beraktivitas, namun saat terdengar panggilan Allah swt.-adzan-, maka ia akan
segera memenuhi panggilan tersebut. Tidak hanya untuk menunaikan shalat fardhu
saja, namun juga untuk memakmurkan masjid-masjid Allah dengan mendawamkan
tilawah Al-Qur’an, mengkaji hadits, kaji tafsir, mengajarkan pelajaran
bermanfaat-terutama ilmu Islam- dan lain sebagainya. Dalam haditsnya, tertulis
masaajida, yang artinya masjid-masjid (jamak), jadi kita tidak hanya saja
memakmurkan masjid yang ada di sekitar rumah kita, namun terlebih kita harus
berusaha memakmurkan masjid dimana pun kita berada. Baik sedang di perjalanan,
atau sedang ada di luar kota tempat kita tinggal. Saudara pembaca, selamat
memakmurkan masjid. Selamat menikmati jamuan Allah swt.
4. Pemuda yang
bersedekah secara bersembunyi-sembunyi
Saudara
pembaca, Rasulullah saw. adalah teladan kita semua, beliau juga adalah orang
yang paling dermawan. Terlebih di bulan Ramadhan, kebaikan sedekahnya lebih
cepat dibanding angina yang berhembus. Kita juga sepatutnya dapat mendermakan
sedekah kepada yang membutuhkannya. Dan sedekah yang utama adalah sedekah
secara sembunyi-sembunyi sehingga (ibaratnya) tangan kirinya tidak mengetahui
apa yang diberikan oleh tangan kanannya. Ini menggambarkan tentang makna
keikhlasan hati orang yang bersedekah. Sesungguhnya tidak ramai orang yang
dapat menyembunyikan kebaikan yang dilakukannya melainkan akan terdapat juga
perasaan riya’ dan ingin menunjuk-nunjuk supaya mendapatkan pujian atau
sanjungan dari orang ramai atau sekurang-kurangnya ada orang yang mengetahui
kebaikan yang dilakukannya itu. Sesungguhnya, sikap tersembunyi-sembunyi akan
menimbulkan keikhlasan dan menjauhkan sifat riya’, insya Allah.
5. Dua pemuda yang
bertemu dan berpisah karena Allah
Weish,
tunggu dulu…ini buka antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya, namun
saudara se-iman. Sesame ikhwan, atau sesama akhwat. Inilah yang menjadi usaha
bagi yang sudah mempunyai kelompok rutin pekanan. Ia bertemu untuk merekatkan
ukhuwah, bersama-sama berniat karena Allah untuk mencari ilmu, saling
mengingatkan dalam kebaikan, ketaatan dan lainnya. Ia berpisah karena Allah
untuk menyebar kebaikan kepada orang lain yang lebih banyak. Bersyukurlah,
wahai saudara pembaca yang sudah mempunyai kelompok pertemuan. Allah akan
memberikan pahala yang besar bagi orang-orang yang berkasih saying dan saling
mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran. Betapa Allah memberikan pahala
kepada dua orang yang bertemu dan berpisah karena-Nya, apalagi lebih dari dua
orang. Perbanyaklah saudara kita.
6. Pemuda yang
menolak rayuan wanita untuk berzina
Saudaraku,
sungguh Allah Maha Tahu, ujian demi ujian yang kita lalui pastilah Allah akan
memberikan imbalan yang setimpal jika kita dapat melalui ujian tersebut dengan
baik dan benar menurut Allah swt. Dikisahkan seorang pedagang karpet pada jaman
Rasulullah, yang juga sahabat beliau. Ia menjual karpetnya secara keliling.
Karena saking ramah dan baik dan tampannya pedagang tersebut, maka hampir
setiap hari ia dapat menjual karpet-karpetnya. Suatu hari di suatu daerah, karpet
dagangannya belum ada yang membeli. Beberapa saat kemudian ada seorang gadis
cantik yang menghampirinya. Ia berpura-pura akan membeli karpetnya jika
pedagang ini ikut ke rumahnya. Maka, ia pun mengikuti karena tidak tahu niat
jahat perempuan ini. Setelah mereka tiba di rumah, sang perempuan tersebut
berbicara kepada pemuda tampan itu untuk berzina dengannya. Secara spontan,
lelaki itu kaget dan menolak ajakannya. Beberapa saat kemudian ia mempunyai
ide. Ia meminta izin ke kamar mandi. Secara tiba-tiba, si perempuan itu kaget
melihat sang pemuda pedagang karpet itu sudah terlumuri kotorannya sendiri. Ya,
sang pemuda melumuri badannya dengan kotorannya sendiri dengan tujuan supaya
wanita tidak ingin berzina dengannya. Karena baunya, maka wanita itu pun mengusir
pemuda penjual karpet itu. Sepanjang perjalanan pulang banyak yang
mengganggapnya orang gila dan bau terhadapnya. Sang Pemuda bergegas mandi dan
membersihkan dirinya dengan bersih. Saat sudah mandi dan berkemas untuk
melanjutkan dagangnya, banyak sahabat lain dan orang-orang di sekitarnya
mencium bau harum seperti parfum kasturi. Bahkan dari jarak yang jauh. Setelah
Rasulullah mengetahuinya, beliau dan para sahabat menjulukinya sebagai Sang
“Al-Misk”, yang harum seperti parfum surga. Dari peristiwa itu, sampai
meninggalnya-bahkan sampai di surga, sahabat itu akan tetap harum kasturi..
(al-hadits). Itulah balasan dari Allah swt. Kepada orang-orang yang mampu
menjaga diri dan kehormatan hidupnya.
7. Pemuda yang
mencucurkan air mata saat shalat malam.
Saudara
pembaca, ada lagi satu peristiwa yang cukup menggugah kita, yang patut
ditafakuri oleh semua. Cerita ini pula yang menjadi sebab turunnya (asbabul
nuzul) Qur’an Surat Ali Imran ayat 190-191. Pada suatu subuh, Bilal bin Ra’bah
memanggil Rasulullah saw. Karena pada Subuh tersebut tidak seperti biasanya,
Rasulullah belum dating-datang untuk menunaikan shalat subuh berjamaah. Setelah
Bilal menghampiri, ia mendapati Rasulullah sedang menangis tersedu-sedu.
Rasulullah saw. Bercerita kepada Bilal bahwa ia baru menerima wahyu dari Allah
swt. Melalui Malaikat Jibril. “Inna Fii Kholqissamaawaatii wal ardh, wakhtilaa
fillaili wan nahaari la aayatilliuulil albaab”; Sesungguhnya di dalam
penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam pada malam terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal. Saat itu Bilal bertanya,
bukankah engkau sudah berakal Yaa Rasulullah?? Lalu Rasulullah saw menjawab:
“memang Allah memberiku kelebihan dan akal yang dapat menerjemahkan ayat ini,
tapi bagaimana dengan umatku??” lalu Bilal pun hanya terdiam dan ikut
menitikkan air matanya.
Saudara
pembaca yang mulia dan saya banggakan, Allah menyediakan waktu-waktu yang
mustajabnya do’a, saat itulah semestinya kita dapat berkomunikasi langsung
denganNya melalui dzikir-dzikir dan do’a-do’a kita. Sungguh Allah akan
mengabulkan doa-doa itu. Saudara pembaca, berdo’alah kepadaNya, memohon apa
yang kita minta. Salah satu waktu mustajab itu adalah dengan qiyamullail,
karena waktu itu Allah akan turun ke bumi, menjadi saksi bahwa hambaNya
mendekatkan diri kepadaNya di saat yang lain sedang terlelap tidur.
Ingatlah,
ada dua tetesan yang haram tersentuh neraka. Tetesan air mata karena tangisan
kepada Allah saat shalat malam dan tetesan darah syuhada yang berjihad di jalan
Allah…
Itulah
saudara pembaca, tujuh hal yang menjadikan kita mendapatkan hadiah, kado
special dari Allah swt. Semoga kita dapat menjadi salah satu golongan di atas,
menjadi hamba Allah yang mendapat naunganNya di saat tidak ada lagi naungan
Allah kepada siapa pun. Perbanyaklah ketaatan (ibadah) kita kepada Allah.
Saudara pembaca,
berbaiksangkalah kepada Allah swt.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar