Snow

Welcome To My Site Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Be The best, Think the best and do the best

Selasa, 23 Juli 2013

DREAM (1)



Blog bukan hal asing buat saya, blog juga bukan hal tabu bagi saya, dari jaman saya kenal blog kali pertama pada masa saya SMA, perkembangan dunia internet termasuk blog sudah menjadi hal biasa pada masa itu. Yang tidak biasanya adalah saya baru kali pertama ini membuat blog yang baik dan mengoperasikannya, yang membuat saya baru bisa menggunakan blog karena saya tidak tahu tujuan saya memiliki blog. Ya, sempat berpikir juga dulu itu, “buat apa sih blog kurang kerjaan aja” itulah pemikiran orang yang gak mau maju. Pada waktu itu mikirnya gitu sih. Dan ini adalah kali pertama saya membuat

sebuah artikel karena saya pernah punya blog dan gak diapa-apain. 2 tahun tuh blog dibiarkan tergeletak tak berdaya. Ibarat kata itu mesin uang yang gak dijalanin, sama sekali. Kalau itu mesin uang sungguhan berapa banyak uang yang akan dihasilkan selama 2 tahun, Banyak sekali tentunya. Di tulisan kali ini kita tidak
akan bicara apa tujuan kita membuat blog tapi kita akan bicara impian.
Ya, impian, Kenapa Impian? karena impian adalah tujuan, impian adalah bahan bakar, impian adalah energi kita yang harus dimanfaatkan dan digunakan sebaik-baiknya. Impian adalah niat awal kita, doa awal kita untuk mencapai keberhasilan. Tuhan aja bilang, “orang yang gak berdoa itu orang yang sombong”. Mau tuh jadi orang sombong?. Coba kita pikir, gimana jadinya kalau mesin gak pake bahan bakar, haus, kering tak berdaya, lama-lama bisa rusak tuh mesin. Sama halnya dengan kita yang tidak memiliki impian akan lebih cepat menghadapi ajal. Loh kenapa? Karena kita membiarkan diri kita haus dan kering, membiarkan diri kita berkarat dimakan usia, membiarkan diri kita tidak berfungsi apa-apa. Manusia itu ada dua, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Bermanfaat untuk orang lain dan bermanfaat untuk dirinya sendiri itu itulah kenapa kita lahir. Berapa banyak manusia didunia ini yang memiliki impian. mungkin banyak sekali, tidak bisa kita bayangkan. Jutaan mungkin bahkan milyaran, banyak kepala diluar sana yang memiliki impiannya masing-masing.
Terkadang kita tidak tahu apa tujuan kita lahir kedunia ini. Kita pun tak meminta dilahirkan, ada yang bilang bahwa hidup itu sementara maka manfaatkanlah hidup sebaik-baiknya. Dewasa ini dalam kehidupan kita banyak sekali masalah-masalah yang sebenarnya bukan suatu halangan untuk mencapai impian kita, banyaknya masalah membuat kita semakin terpuruk dan menyerah sebelum meraih impian  tersebut. Apa yang sebenarnya kita takutkan? Saya katakan, mungkin gak ada? Gak ada yang takut tapi sebenarnya berani, berani untuk takut yang selama ini dipelihara seumur hidupnya, berani untuk tidak keluar dari ketakutannya dan berani untuk tidak keluar dari zona aman. Ya , zona aman. Mengapa? Karena kita, telah membuat diri kita terpelihara untuk nyaman. Selama ini kita hanya berani didalam dunia kita sendiri, tidak berani keluar dan mengenal apa sebenarnya dunia diluar sana. Dalam hati kita mungkin bergumam “ah ntar aj klu udah sukses baru kejar impian” ada yang bilang “ah ntar aj klu sudah umur 40 tahun, ada yang lebih parah “nyantai aj bro hidup itu jangan dibuat susah”. Sempat terpikir oleh kita bahwa semua yang diinginkan itu bisa kita kerjakan nanti, nah itu yang sering membuat kita kehilangan banyak kesempatan. Menunda-nunda hanya akan membuat diri kita menumpuk virus, virus yang  membuat diri kita semakin terlena akan kenyamanan. Dan pada akhirnya kita kesulitan untuk membersihkan virus itu, karena kita tanpa sadar sudah berternak virus didalam diri kita sendiri. Nah, teman-teman semua apa mau tuh beternak virus, yang namanya virus itu harus dimusnahkan sampai keakarnya apalagi yang sudah menumpuk terlalu banyak. Lebih baik beternak impian, yang siapa tahu akan menjadi tolak ukur dan pembelajaran hidup yang sangat bermakna, yang mengajarkan kita banyak hal. Sekarang pilihan ada ditangan kita mau maju dengan impian atau malah mundur dengan kenyamanan. Memang benar peribahasa mengatakan “Berakit-rakit kita kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Lalu mati kemudian dengan tenang dan nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar